Stimulasi Otak Pada Kelompok Lansia

Berbagai studi berbasis ilmiah telah menunjukkan berbagai fakta bahwa banyak cara dapat dilakukan untuk memperlambat proses penuaan otak. Berbagai fakta ini dapat dijadikan landasan untuk membuat program kegiatan lansia di komunitas, sehingga kegiatan lansia yang dilakukan rutin tersebut dapat bermanfaat untuk menstimulasi otak dan memperlambat terjadinya kemunduran fungsi otak.

Program kegiatan lansia di lapangan dapat menjadi suatu kegiatan stimulasi otak yang menyenangkan dan menjadikan lansia lebih berperan aktif dan produktif, bukan hanya sekedar menghambat proses kemunduran otak, namun juga dapat meningkatkan kualitas hidup lansia dan orang di sekitarnya.

Kegiatan-kegiatan Yang Dapat Menstimulasi Otak

Banyak kegiatan yang dapat dilakukan untuk menstimulasi otak. Namun secara garis besar, berbasis pada kepentingan kegiatan stimulasi otak lansia .Ada 3 kegiatan utama seperti aktivitas fisik, stimulasi mental, dan aktivitas sosial.

Aktivitas Fisik Dapat Menstimulasi Otak

Dulu sebelum tahun 1990, hampir semua berpikir bahwa fisik yang bugar akan membuat otak bugar. Jadi aktivitas fisik membuat fisik bugar dulu, kemudian ikutannya adalah otak bugar juga. Fakta tersebut tidaklah salah, namun berbagai penelitian menunjukkan bahwa saat kita melakukan aktivitas fisik juga dapat langsung menstimulasi otak, sehingga saat kita melakukan olahraga teratur dapat meningkatkan protein di otak yang disebut Brain Derived Neurotrophic Factor (BDNF).

Protein BDNF ini berperan penting menjaga sel saraf tetap bugar dan sehat. Telah banyak penelitian mengenai peranan BDNF terhadap fungsi memori. Kadar BDNF yang rendah dapat menyebabkan penyakit kepikunan. Penelitian yang dilakukan oleh penulis pada populasi lansia di Jakarta menunjukkan kadar BDNF rendah berhubungan dengan gejala penyakit kepikunan awal. Berbagai fakta menunjukkan olahraga dapat meningkatkan kadar BDNF.

Fakta inilah yang dapat menjelaskan bahwa lansia yang banyak melakukan aktivitas fisik yang menyenangkan mempunyai fungsi kognitif yang lebih baik. Tidak hanya masalah kognitif, penelitian pun menunjukkan olahraga bersifat ansiolitik, artinya lansia yang berolahraga cenderung tidak mudah cemas. Tentu banyak fakta-fakta positif lain dengan kita berolahraga.

Aktivitas Stimulasi Mental Dapat Menstimulasi

Otak Stimulasi mental dapat memperbaiki atau menjaga fungsi kognitif lansia. Dengan terus-menerus menstimulasi mental dengan berbagai aktifitas otak, seperti berbagai permainan yang menstimulasi otak, dapat memperbaiki hubungan antar sel-sel otak, sehingga terdapat cadangan fungsi kognitif untuk lansia.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa aktifitas yang menstimulasi mental seperti permainan puzzle, membuat kerajinan tangan, diskusi, dan bernyanyi dapat menghambat penurunan fungsi kognitif. Stimulasi mental dapat dilakukan saat kegiatan kelompok lansia. Permainan kelompok dapat dibuat untuk menstimulasi atensi, memori, fungsi eksekutif, kelancaran berbahasa, dan lain-lain.

Aktivitas Sosial Dapat Menstimulasi Otak

Berbagai fakta ilmiah menunjukkan bahwa aktifitas sosial juga dapat menstimulasi otak. Pada lansia yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan interaksi dengan orang lain, diketahui dapat membantu menstimulasi fungsi kognitif dan memperlambat terjadinya kepikunan. Aktifitas sosial dan keterikatan sosial telah dibuktikan berpengaruh terhadap fungsi kognitif pada lansia.

Penelitian menunjukkan pengaruh luasnya aktifitas sosial bersifat menstimulasi dan menjaga fungsi kognitif. Keterikatan sosial (meliputi pemeliharaan dan pembinaan berbagai hubungan sosial, serta partisipasi aktif dalam kegiatan sosial) dapat mencegah penurunan kognitif pada lansia.

Data di atas menunjukkan bahwa stimulasi fisik, mental, dan sosial dapat menstimulasi otak. Penelitian menunjukkan bahwa ketiga stimulasi tersebut jika dilakukan bersamaan dapat lebih menstimulasi otak dibandingkan dengan stimulasi secara tersendiri.

 

Stimulasi Otak Pada Kelompok Lansia